Telinga Untuk Sesama

Sudah sering banyak orang mengatakan: “Berikan dirimu untuk sesama, sebagai bentuk kasih.” Dalam praktiknya kita merasa berat untuk memberikan diri kita seutuhnya bagi sesama. Alhasil, praktik kasih jadi terhambat lantaran kita enggan memberikan diri seutuhnya.

Kita pikir memberikan diri adalah sesuatu yang besar sekali!

Itulah yang membuat misi lambat berkembang. Karena dibayangkan sebagai hal yang besaaarr sekali.

Memberikan diri sebagai pernyataan kasih, langkah misi, sebagai sesama bisa dilakukan dengan hal yang “sederhana.” Yaitu memberikan telinga kita untuk mendengar keluh kesah kehidupan mereka. Mereka butuh didengar.

Bukankah mendengar itu artinya mendekat?

Bukankah bermisi membutuhkan kedekatan? Berilah telinga Anda untuk mendengar kehidupan mereka, maka Anda sudah bermisi.

Hatiku, Hatimu, Hatinya

Hati adalah ruang keniscayaan tentang siapakah kita.
Ruang yang sangat luas yang memperlihatkan seluruh isi pikiran dan perasaan kita.
Begitu luasnya sampai-sampai kita sendiri tidak dapat memahami isi hati kita. Bahkan kita dapat tersesat oleh isi hati hingga akhirnya melakukan yang mengejutkan!

Betapa mengerikannya bila kita tidak dapat mengenal dan mengendalikan seluruh isi hati!
Untuk mengendalikannya, kita perlu pertolongan.
Melalui pertolongan tersebut kita dapat mengenal ruangan hati dan isi hati kita. Ada baik dan ada pula yang buruk.

Mengendalikan hati adalah perjuangan hidup.
Namun melalui pengendalian hati, maka hidup kita pun akan terkendali!

Sudahkan engkau mengenal dan mengendalikan isi hatimu?

Mengejar Mimpi

Kalimat “mengejar mimpi” sejak zaman doeloe sudah jadi kalimat yang sering dipakai untuk menggambarkan usaha mewujudkan cita-cita atau harapan. Biasanya episode “mengejar mimpi” disetting dengan tokoh orang susah dari desa sonoooo lalu berhasil sukses tajir melintir di kota besar.

Episode “mengejar mimpi” tendensius dengan gambaran: miskin jadi kaya, pengemis jadi sultan, bodoh jadi pintar, jomblo jadi selebgram, receh jadi milyar, dan banyak gambaran yang hype lainnya. Yang pasti jarang banget “mengejar mimpi” digambarkan sebagai: yang kaya jadi susah dan happy, yang milyarder jadi jual bakso and happy puas banget, yang kota pindah ke kampung dan happy betah seribu tahun.

Jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan MENGEJAR MIMPI? Dari yang rendah melaju naik ke atas, atau yang penting terlihat mimpinya terwujud? Lalu bagaimana yang mimpinya terkesan “aneh” kaya mimpi bisa menolong banyak orang sampai rela miskin dan susah tapi happy melihat banyak orang susah jadi happy?

Apa mimpimu?

 

 

Perbedaan Pendapat Di Dalam Keluarga

Apa yang diinginkan orang tua dan kehendak anak biasanya sering bersinggungan, sehingga dapat menimbulkan beberapa masalah yang bisa memicu atau menyebabkan adanya masalah keluarga. Keluarga bisa menjadi tempat berlindung yang aman, tetapi bagi sebagian orang bisa jadi sumber rasa sakit dan kekecewaan.

Perbedaan pendapat antara anak dan orang tua terkadang bisa membuatmu merasa tidak nyaman. Nyaman yang seharusnya bisa kamu rasakan, tapi malah membuatmu tidak betah berada di rumah.

Penyebab perbedaan pendapat yang sering terjadi dalam keluarga antara lain; tidak memberikan kesempatan orang lain untuk berbicara, takut untuk mengemukakan pendapat, memaksa orang lain untuk meyakini sesuatu, dan masih banyak lagi.

Lalu, bagaimana cara untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan bijaksana?

1. Saling menghargai satu sama lain
Perbedaan pendapat bukanlah sebuah masalah, tetapi sikap saling tidak menghargai karena perbedaan itu yang jadi masalah. Meski sulit dilakukan, setiap anggota keluarga mesti menghargai setiap pendapat satu sama lain. Ketika berdiskusi, ciptakan suasana yang nyaman sehingga tidak tegang.

2. Bersedia mendengarkan
Semua orang berhak memberikan pendapat dan memiliki kewajiban untuk mendengar pendapat yang lain. Kita tidak boleh bersikap egois dan hanya mau didengarkan saja. Memberikan ruang dan waktu kepada orang lain untuk menjelaskan maksud dari pendapatnya bisa mengubah pandanganmu terhadap sebuah kalimat.

3. Menerima perbedaan
Kamu wajib menerima perbedaan, karena hal tersebut merupakan hal yang pasti terjadi. Ketika orang lain tak berpendapat sama, kamu tidak boleh marah atau kesal pada orangnya karena lain kepala, lain juga pemikirannya. Perbedaan justru bisa membuat kamu dan semua orang bisa mencari sebuah keputusan yang paling baik dan tepat. Semakin banyak perbedaan, semakin banyak pilihan, bukan?

4. Mengakhiri pembicaraan
Jika nada bicara mulai meninggi, semua orang memaksakan kehendak, dan perbedaan pendapat dalam keluarga menimbulkan suasana negatif, ini saatnya mengakhiri pembicaraan. Perbedaan pendapat dan argumen dalam keluarga tak selalu berarti buruk, malah ini merupakan pelajaran baru yang berharga bagi setiap anggota keluarga.

 

Sumber https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/perbedaan-pendapat-dalam-keluarga/

 

 

 

 

Keterbatasan Yang Tidak Membatasi!

Aku kerapkali merenung, apa sich yang membuat kita menjadi manusia yang terbatas?
Atau apa sich yang membatasi ruang gerak kita?
Apakah yang sebenarnya disebut sebagai keterbatasan?
Apakah ada manusia hidup tanpa keterbatasan?
Apakah mereka yang disebut sebagai “sultan” adalah benar mereka telah hidup tanpa keterbatasan?

Aku telah hidup dengan penyakit kelainan darah selama 35 tahun.
Benar banyak keterbatasan yang aku alami.
Namun ada cahaya kekuatan yang tetap membuatku melangkah bersama kawan seperjuangan!

Adakah kamu sedang terhimpit oleh keterbatasan?
Kontaklah kami di sekretariat@cwpfoundation.org

 

 

 

Fresh!

Awal hari kita butuh fresh. Jelang akhir hari, sometimes, kita pun mengejar yang fresh agar bisa beristirahat dengan nyaman.

Namun banyak orang memulai hari dengan suntuk, dan menutup hari juga dengan hati yang terkatup! Seakan tidak ada kesegaran yang menjadi energi memulai hari.

Bagaimana kita bisa fresh? Apakah kita menunggu begitu saja agar fresh atau kita bisa membuatnya agar kita dapat mengawali dan menutup hari dengan fresh?

Daun Kelor

Aku dulu pernah mengalami situasi mistis kurang lebih 1 tahun. Karena belum mengenal iman yang benar, maka aku berjumpa dengan praktik mistis, salah satunya menggunakan daun kelor. Dari sanalah aku mengetahui bentuk fisik daun kelor, kecil-kecil!

Pemeo yang mengatakan dunia tidak selebar daun kelor jadi renunganku ketika aku menggenggam gawai. Aku berpikir: bayangkan gawai selebar telapak tanganku ternyata mampu membawa aku menguasai dunia! Berselancar dengan bebas, bahkan sekarang tulisanku ini dapat dibaca kamu yang entah ada di mana! Wow!

Daun kelor adalah pemeo yang menggambarkan bahwa masih banyak orang-orang yang berpikiran sempit memandang peluang menguasai dunia ini. Ketika kita tidak bisa hadir secara fisik di dunia belahan lain, namun bukan berarti hasrat kita tidak bisa hadir ke sana! Betapa hebatnya teknologi yang secara fisik bisa lebih kecil dari daun kelor dapat membawa kita ke panggung dunia!

Hellooooo…. I must be going!
Kamu mau ikut?

 

 

 

id_ID