Cara Berhenti Menyenangkan Orang Lain

Dalam hidup, kadangkala kita mengenyampingkan hal-hal yang penting hanya untuk menyenangkan orang lain. Kalimat : “Ngga apa-apa asalkan kamu senang”; “Aku baik-baik saja yang penting Ibu senang dengan program itu” dan masih banyak macam lagi. Baik di rumah, lingkungan tinggal atau tempat kerja kita mungkin akan ketemu dengan kalimat-kalimat itu. Tidak ada yang salah dalam menyenangkan orang lain, tapi ketika itu dilakukan dengan terpaksa, maka ketulusan akan sulit diberikan kepada orang ingin disenangkan. Bukannya hati kita senang, namun perasaan dongkol kadang jadi bersarang di hati dan di pikiran kita. Yuk kita belajar bagaimana cara yang tepat untuk berhenti sekedar menyenangkan orang lain.

• Bersikap Jujur
Ketika kita bersikap jujur tentang apa yang kita rasakan, kita sebetulnya sedang membuat orang lain tahu apa isi hati kita dan itu akan menolong mereka memahami pemikiran kita.

• Ketahui Kebutuhanmu
Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita lalu menyampaikan kepada orang lain, itu akan menolong kita dan orang lain sebagai jalan terbaik bagi semua pihak.

• Katakan TIDAK dengan baik
Butuh nyali yang besar untuk dapat mengatakan TIDAK pada hal yang memang seharusnya demikian. Tapi ketika kita berhasil menyatakannya, itu lebih berkuasa dari hal lainnya.

• Mempraktikkan Kepedulian Terhadap Diri Sendiri
Berlatih fisik, berolah raga, mengelola emosi dan kerohanian diperlukan agar dapat tetap waras berpikir ketika harus mengatakan TIDAK dan itu berarti peduli pada kewarasan diri.

• Tinggalkan Rasa Bersalah
Ketika kata TIDAK telah terucap dan ini muncul dari pemikiran yang benar, maka jangan merasa bersalah. Tinggalkan rasa bersalah itu dibelakang.

• Percayalah Bahwa Semua Akan Baik-baik Saja
Tidak perduli reaksi apa yang akan kamu dapatkan, mereka yang sungguh mengasihi kamu bisa menghormati apa yang menjadi kebutuhanmu.

 

So, Happy Practice…!

Sumber : DR. Nora Gold

 

 

 

Duit : Mengapa selalu kurang?

12 November 2022, CWP menyelenggarakan Talkshow Literasi Keuangan.

Kenapa penting ngomongin keuangan?

Penting lah yaaaa….punya duit berapapun kok kayaknya selalu kurang. Tiap bulan dapat uang saku yang nilainya sama, dapat gaji yang sama juga angkanya. Pengeluaran juga sepertinya sama aja. Tapi tanggal gajian masih jauuuhhh belum sampe tengah bulan udah boncos! Seperti lingkaran yang terus berulang. Duit selalu aja kurang.

So…apa yang harus dilakukan? Tentu kata orang yang melek keuangan ya harus tahu cara ngaturnya. Gimana caranya? Mungkin bisa mencoba beberapa cara berikut ini :

  1. Tentukan prioritas; atur keuangan mana yang lebih penting supaya bisa berhemat.
  2. Buat budgeting; membuat alokasi keuangan supaya kita memiliki kontrol terhadap keuangan. Buat budgeting sederhana ala kamu sendiri. Misalnya : 10% untuk ibadah : 5% untuk sosial : 10% untuk tabungan : 10% untuk investasi : 5% untuk rekreasi : 10% untuk cicilan; 50% untuk biaya hidup.
  3. Guilty Leisure; berpikir kembali ketika akan mengeluarkan uang. Jangan sampai kita merasa bersalah setelah mengeluarkan uang untuk kesenangan sesaat.

Pasti berhasil ngga sih ketika kita menjalankan cara-cara itu? Ya belum tentu. Perlu penguasaan diri dalam menjalankannya.
Tapi lebih baik mencoba daripada ngga sama sekali ya kaaannn.

Selamat mencoba!

 

 

id_ID