Hatiku, Hatimu, Hatinya

Hati adalah ruang keniscayaan tentang siapakah kita.
Ruang yang sangat luas yang memperlihatkan seluruh isi pikiran dan perasaan kita.
Begitu luasnya sampai-sampai kita sendiri tidak dapat memahami isi hati kita. Bahkan kita dapat tersesat oleh isi hati hingga akhirnya melakukan yang mengejutkan!

Betapa mengerikannya bila kita tidak dapat mengenal dan mengendalikan seluruh isi hati!
Untuk mengendalikannya, kita perlu pertolongan.
Melalui pertolongan tersebut kita dapat mengenal ruangan hati dan isi hati kita. Ada baik dan ada pula yang buruk.

Mengendalikan hati adalah perjuangan hidup.
Namun melalui pengendalian hati, maka hidup kita pun akan terkendali!

Sudahkan engkau mengenal dan mengendalikan isi hatimu?

Harapan

HARAPAN adalah hal yang melekat pada setiap makhluk hidup di dunia ini. Baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Semuanya melekat pada harapan. Setidaknya sebuah kebenaran menyatakan hal tersebut, yang menyatakan bahwa harapan pun ada melekat pada makhluk hidup selain manusia: “Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.

HARAPAN adalah pernyataan tentang hidup.
Bagi yang hidup perlu beralaskan harapan.

Adakah engkau pernah memikirkan mereka, manusia, yang putus harapan?
Adakah ada hati dan doa yang pernah terselip mengusahakan harapan bagi mereka?

 

Cara Berhenti Menyenangkan Orang Lain

Dalam hidup, kadangkala kita mengenyampingkan hal-hal yang penting hanya untuk menyenangkan orang lain. Kalimat : “Ngga apa-apa asalkan kamu senang”; “Aku baik-baik saja yang penting Ibu senang dengan program itu” dan masih banyak macam lagi. Baik di rumah, lingkungan tinggal atau tempat kerja kita mungkin akan ketemu dengan kalimat-kalimat itu. Tidak ada yang salah dalam menyenangkan orang lain, tapi ketika itu dilakukan dengan terpaksa, maka ketulusan akan sulit diberikan kepada orang ingin disenangkan. Bukannya hati kita senang, namun perasaan dongkol kadang jadi bersarang di hati dan di pikiran kita. Yuk kita belajar bagaimana cara yang tepat untuk berhenti sekedar menyenangkan orang lain.

• Bersikap Jujur
Ketika kita bersikap jujur tentang apa yang kita rasakan, kita sebetulnya sedang membuat orang lain tahu apa isi hati kita dan itu akan menolong mereka memahami pemikiran kita.

• Ketahui Kebutuhanmu
Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita lalu menyampaikan kepada orang lain, itu akan menolong kita dan orang lain sebagai jalan terbaik bagi semua pihak.

• Katakan TIDAK dengan baik
Butuh nyali yang besar untuk dapat mengatakan TIDAK pada hal yang memang seharusnya demikian. Tapi ketika kita berhasil menyatakannya, itu lebih berkuasa dari hal lainnya.

• Mempraktikkan Kepedulian Terhadap Diri Sendiri
Berlatih fisik, berolah raga, mengelola emosi dan kerohanian diperlukan agar dapat tetap waras berpikir ketika harus mengatakan TIDAK dan itu berarti peduli pada kewarasan diri.

• Tinggalkan Rasa Bersalah
Ketika kata TIDAK telah terucap dan ini muncul dari pemikiran yang benar, maka jangan merasa bersalah. Tinggalkan rasa bersalah itu dibelakang.

• Percayalah Bahwa Semua Akan Baik-baik Saja
Tidak perduli reaksi apa yang akan kamu dapatkan, mereka yang sungguh mengasihi kamu bisa menghormati apa yang menjadi kebutuhanmu.

 

So, Happy Practice…!

Sumber : DR. Nora Gold

 

 

 

Jarak Pandang

Ketika dulu aku masih berputar-putar dengan permasalahan dosa yang memang tidak mau aku selesaikan, jarak pandangku tentang masa depan sangatlah buram! Karena yang aku lihat nyata hanyalah permasalahan dan permasalahan belaka! Kondisi itu membuat diriku jenuh dan enggan melanjutkan kehidupan.

Aku juga menemukan banyak anak muda yang hidupnya seperti aku dulu. Yaitu punya pandangan yang buram tentang masa depan. Apakah kamu juga begitu? Tidakkah kamu mau melihat hidupmu dengan kacamata yang lebih jernih?

Cobalah kamu berbicara pada Tuhan. DIA adalah pusat perubahan. DIA adalah terang bagi masa depan kita; aku dan kamu.

 

 

Fresh!

Awal hari kita butuh fresh. Jelang akhir hari, sometimes, kita pun mengejar yang fresh agar bisa beristirahat dengan nyaman.

Namun banyak orang memulai hari dengan suntuk, dan menutup hari juga dengan hati yang terkatup! Seakan tidak ada kesegaran yang menjadi energi memulai hari.

Bagaimana kita bisa fresh? Apakah kita menunggu begitu saja agar fresh atau kita bisa membuatnya agar kita dapat mengawali dan menutup hari dengan fresh?

Mental Murah!

Pada suatu waktu, aku sedih saat nyalain TV, yang kuliat justru seorang remaja nekat jual ginjalnya hanya buat memenuhi kesenangannya sesaat.

Apa dia ga berpikir ulang betapa berharganya ginjal itu? Mungkin kita memang punya 2 ginjal, tapi kalau diambil satu, masihkah yang satu itu masih bisa berfungsi dengan baik?

Gimana denganmu? Relakah kamu melakukan hal yang sama?

id_ID